Memahami Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif

Memahami Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif

Anak kecil pada dasarnya memang aktif dan juga senang melakukan banyak hal, beberapa mungkin terlihat lebih aktif dari yang lain. Ini bisa jadi bagian dari anak yang memang normal sebagai sifat personal seorang anak tetapi terkadang, ada masalah anak aktif berlebihan. Sangat penting untuk melihat lebih dekat bagaimana anak aktif ataukah hiperaktif.

Anak Berenergi Berlebihan

Seorang anak bisa jadi menderita ADHD yang ditandai dengan aktivitas berlebihan dan juga berbagai gejala lainnya. Perbedaan terbesar antara anak yang memang aktif dalam artian normal dan gejala aktif berlebihan yaitu pada kemampuannya menyerap informasi.

Anak yang punya gangguan ini biasanya akan tampak lebih aktif di sekolah tanpa memandang bagaimana kondisi sosial. Gejala ini ditunjukkan dengan adanya sikap yang berkelanjutan, menjadi kebiasaan bukan hanya gejala yang timbul satu atau dua kali.

Sikap anak yang hiperaktif sebenarnya memang tidak ada sebuah variabel yang jelas, tetapi tandanya ada pada keberlanjutan. Ketika anak biasanya aktif berlebihan, efeknya adalah pada sulitnya anak menerima pembelajaran dan bisa mengganggu kemampuan menjaga sikapnya.

Tanda Anak Hiperaktif

Terdapat cukup banyak tanda dari seorang anak hiperaktif pertama mulai dari kesulitan dalam menerima sebuah informasi. Selain itu, anak hiperaktif juga seringkali kesulitan dalam mengontrol emosi sehingga sulit dalam berteman.

Kemampuan anak dalam hal mengorganisir sesuatu juga kerap terganggu hingga menjadi sebuah masalah besar. Anak juga bisa mengalami keterbelakangan mental akibat mental yang berkembang tidak sesuai dengan usianya. Ia bisa bersikap seperti anak kecil meskipun sudah menjadi seorang dewasa, harus ada perhatian lebih pada anak dengan kondisi seperti ini.

Perbedaan Anak yang Aktif dan Hiperaktif

Jika seorang anak kesulitan untuk sekedar duduk diam dan sangat berenergi, ini bisa menjadi tanda gejala hiperaktif. Tetapi jika kondisi mereka masih bisa mengontrol emosi, memperhatikan pelajaran dengan seksama, tandanya ini bukan gejala hiperaktif.

Gejala hiperaktif baru bisa didiagnosa ketika semua tanda terjadi pada anak utamanya kesulitan dalam menjaga konsentrasi. Akan ada gejala berbeda yang ditimbulkan ketika anak mulai bertumbuh seiring dengan penambahan usianya. Inilah yang paling penting, anak hiperaktif biasanya punya perkembangan mental yang lebih lambat dibanding anak yang berenergi.

Penyebab Anak Hiperaktif

Mekanisme dalam otak memegang peranan paling penting dalam menyesuaikan dengan kebutuhan seorang anak. Ini terbilang sangat kompleks tetapi sistem saraf di otak mengontrol lebih banyak terkait kemampuan anak untuk fokus dan juga bersikap.

Keberadaan anak hiperaktif ini dipengaruhi oleh otak tersebut meskipun ini bisa berubah seiring dengan pertambahan usia. Adanya gejala yang tidak normal pada otak ini kemudian menyebabkan anak menjadi bertingkah di luar batas kewajaran.

Seorang anak aktif mungkin akan terlihat punya energi banyak dan sukar lelah tetapi ini hanya berlangsung beberapa waktu saja. Perbedaan paling nyata terletak pada kemampuan anak dalam fokus pada satu dua hal, jika hiperaktif, tentu akan cukup sulit untuk anak fokus.

admin