Pakai Metode Fermentasi, Beginilah Cara Membuat Pupuk Organik Dari Kotoran Sapi

Pakai Metode Fermentasi, Beginilah Cara Membuat Pupuk Organik Dari Kotoran Sapi

kalau berbicara soal pupuk anorganik memang diyakini dapat meningkatkan produktivitas tanaman, namun penggunaannya dalam jangka panjang tentunya dapat menurunkan kesuburan tanah, sehingga berpengaruh terhadap tanaman selanjutnya.

Maka dari itu salah satu upaya untuk mengurangi pupuk anorganik dengan pemanfatan limbah peternakan yang dijadikan sebagai pupuk organik, membuat kesuburan tanah menjadi meneingkat, dan juga tidak menyebabkan kerusakan pada unur hara tanah.

Pupuk organik bisa diperoleh dengan cara pengolahan limbah peternakan yang memakai metode fermentasi. Selain itu pupuk organic juga mengandung asam-asam organik seperti asam humik, asam fulik, dan juga hormon-hormon yang sangat baik untuk tumbuhan.

Lantas bagaimanakah cara membuat pupuk organik dengan pengolahan metode fermentasi penggunakan limbah peternakan. Jika kalian penasaran, maka simaklah ulasannya sebagai berikut, agar menambah pengetahuan kalian.

Cara Membuat Pupuk Organik dari Kotoran Sapi Pakai Metode Fermentasi

Keuntungan atau kelebihan menggunakan pupuk organik yaitu mempunyai kandungan unsur hara yang lengkap dan juga baik. Sehingga kandungan yang tinggi tersebut bisa memperbaiki struktur tanah agar tidak kehilangan beberapa manfaat yang bisa menyuburkan tanaman.

Untuk bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan pupuk organik melalu metode fermentasi limbah peternakan sebagai berikut:

  1. Kotoran sapi 500 kg
  2. Dedak padi 25 kg
  3. Tets tebu 1 liter
  4. Probiotik lokal
  5. Kalian juga memerlukan peralatan sebagai berikut:
  6. Drum plastic 100 ltr dan juga 5 buah
  7. Ember besar
  8. 2 sekup (seperlunya)

Untuk membuat pupuk organik pakai metode fermentasi adalah:

  1. Campurkan dulu tetes tebu dan probiotik ke dalam ember, lalu tambahkan air secukupnya. Kalian harus benar-benar mencampurkannya secara larut, supaya pupuk yang dihasilkan nanti jadi seimbang serta bagus.
  2. Setelah itu hamparkan kotoran ternak tadi (kotoran sapi) secara bertaham, kalau bisa per 100 kg. Kemudian tambahkan dedak padi secara merata, setelah itu semprotkan lagi cairan probiotik dan molasses secara merata. Perlakukan hal tersebut hingga kotoran sapi 500 kg tadi habis.
  3. Jika kotoran ternak sudah tercampur secara merata, maka tunggu hingga kondisi ini mongering, kalau bisa diamkan secara beberapa saat agar proses fermentasi berjalan dengan baik dan tanpa gangguan apapun.
  4. Selanjutnya masukkan campuran kedalam drum plastik dan padarkan hingga penuh, tutup rapat drum hingga proses fermentasi selanjutnya selesai. Proses tersebut akan lebih maksimal jika kondisinya kedap udara.
  5. Kemudian simpan ditempat yang aman dan tidak pernah terkena sinar matahari selama 2 sampai 3 minggu, amatilah perubahan suhunya. Biasanya, puncak suhu berkisar antarra 40 sampai 60 derajat celcius.
  6. Sebelum dikemas atau digunakan sebaiknya pupuk organik juga terkena angin untuk menghilangkan gas methane yang tersisa selama proses fermentasi. Setelah itu pupuk siap dikemas dan langsung diaplikasian kedalam tanaman.

Demikianlah beberapa langkah untuk membuat pupuk organik menggunakan fermentasi limbah peternakan (kotoran sapi). Bagaimana apakah kalian tertarik mecoba membuatnya sendiri?

admin